WELCOME TO FOREST CONSERVATION

SAVE OUR FOREST
WILL
SAVE OUR WORLD

SAVE OUR FOREST
FOR
A BETTER FUTURE
Tampilkan postingan dengan label lain-lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lain-lain. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Juni 2009

pemetaan

Kartografi adalah ilmu dan teknik pembuatan peta. Dalam kaitannya dengan survei arkeologi, pembahasan mengenai kartografi pada bab ini tidak langsung dikaitkan dengan ilmu dan teknik pembuatan peta, tetapi lebih berkaitan dengan pemanfaatan peta yang sudah dipublikasikan untuk kepentingan survey. Peta dapat diklasifikasikan menurut jenis, skala, fungsi, dan macam persoalan (maksud dan tujuan). Ditinjau dari jenisnya peta dapat dibedakan menjadi dua, yaitu peta foto dan peta garis. Peta foto adalah peta yang dihasilkan dari mosaik foto udara / ortofoto yang dilengkapi garis kontur, nama, dan legenda Peta ini meliputi peta foto yang sudah direktifikasi dan peta ortofoto. Adapun peta garis adalahpeta yang menyajikan detil alam dan buatan manusia dalam bentuk titik, garis, dan luasan Peta ini terdiri atas peta topografi dan peta tematik.
Pemetaan mempunyai peranan yang sangat penting dalam perencanaan pengelolaan suatu areal karena dasar dari pengelolaan yang baik adalah menganal dan mengetahui semua potensi yang ada pada areal kelolaan guna pemanfaatannya. Dalam pemetaan guna perencanaan manajemen suatu areal, dikenal dua tahap pokok yaitu menginterpretasikan melalui foto udara dan pengecekkan di lapangan melalui pengukuran/ penyipatan datar atau penyipatan ruang. Dua tahap ini bersifat saling menunjang dan melengkapi karean bila kita hanya memetakan suatu areal melalui foto udara saja maka peta areal yang kita dapatkan nantinya adalah belum teapt benar(tidak sesuai dengan kenyataan). Ketidaktepatan tersebut disesbabkan oleh ketidakvalidan dalam menginterpretasi foto udara yang dalam pelaksanaannya banyak memasukkan unsur kemampuan subyek/interprener dalam menganalisa foto udara tersebut. (Sahid,2008)
Alat-alat yang biasa digunakan dalam pengukuran lapangan guna pemetaan adalah sebagai berikut :
• Kompas klinometer
• GPS (Global Positioning System)
• Rambu/jalon
• Waterpass/theodolite/BTM(Boussole Tranche Montagne)
• Pita ukur
• Statif dan unting-unting
• Payung(peneduh instrumen),dan lain-lain.( Sahid, 2008)
Untuk pekerjaan-pekeraan yang memerlukan ketelitian dipergunakan theodolite, sedangkan untuk pemetaan hutan cukup dipakai BTM. Yang diukur untuk kepentingan pembuatan peta adalah sudut horisontal, sudut vertikal, dan jarak. Sudut horisontal dapat berbentuk azimut bearing, sudut dalam dan sudut luar. Azimut dari suatu garis di atas bumi adalah sudut horisontal yang diukur dari bidang meridian ke bidang vertikal yang memuat garis tersebut. Azimut menentukan arah garis terhadap meridian dan biasanya diukur dalam arah utara atau arah selatan. Untuk memetakan daerah yang kecil (sempit) biasanya azimut dihitung dari arah utara. Pada pengukuran tidak selalau harus diukur azimuthnya. Bila pengukuran digunkaan alat theodolite maka azimutnya diukur pada titik permulaan untuk menentukan arah garis sebagai pengikat. Selanjutnya diukur adalah sudut dalam yaitu sudut apit dari dua arah yang bertemu pada titik sudut tersebut. (Kamsilam,1990)
Poligon adalah seri dari garis-garis yang berhubungan dengan panjang tertentu yang dihubungkan satu sama lain oleh sudut yang diketahui. Panjang garis-garis terssebut ditentukan dari pengukuran jarak horisontal atau jarak yang diperoleh ari pengukuran kelerengan yang sudah dirubah menjadi jarak horisontal. Sudut poligon dapat berupa sudut dalam maupun sudut luar. Hasil pengukuran di lapangan akan berupa garis yang panjangnya diketahui engan azimut atau bearing yang diketahui. Panjang garis yang dimaksudkan adalah panjang / jarak horisontal, sedangkan azimut atau bearing dpat berupa azimut/bearing magnetis atau azimut/bearing sesungguhnya. Poligon terbagi menjadi dua yaitu poligon terbuka dan poligon tertutup. Poligon terbuka yaitu poligon yang dimulai dari titik yang kedudukan horisontalnya diketahui dan berakhir pada titik yang tidak diketahui kedudukan horizontalnya. Yang pertama disebut poligon terikat tidak sempurna dan yang kedua disebut poligon terikat sempurna. Poligon tertutup adalah poligon yang dimulai dari titik tertentu dan kembali ke titik tersebut. Titik tersebut merupakan titik yang sudah diketahui kedudukan horisontanya maupun titik yang belum diketahui kedudukan horisontalnya. Poligon terbuka tidak dapat dicek kebenarannya sedangkan poligon tertututp dapat disek kebenarannya. Pada poligon tertutup jumlah semua sudut harus memenuhi ketentuan :
Jumlah sudut poligon = (n-20) x 180o
bila jumlah sudut yang diukur di lapangan tidak sesuai dengan rumus di atas maka harus diadakan koreksi. Pengkuran poligon dapat dilakukan dengan alat-alat sederhana misalnya kompas, pita ukur, dan untuk lahan miring digunakan pengukur sudut. Untuk pekerjaan yang memerlukan ketelitian tinggi perlu dipakai theodolite , waterpass, atau BTM. Setelah pengukuran di lapangan selesai , hasil pengukuran kemudian diolah dan diadakan perhitungan-perhitungan sehingga hasilnya dapat digambarkan dalam bentuk peta. Koreksi didakan dengan menggambar poligon utama dengan skala dua kali skala yang akan digunakan untuk penggambaran peta dengan maksud agar apabila ada kesalahan segera dapat diketahui.( Kamsilam,1990)
Secara umum interpolasi dapat didefinisikan sebagai penetuan nilai suatu besaran berdasarkan besaran lain yang sudah diketahu nilainya, dimana letak dari besaran yang akan ditentukan tersebut di antara besaran yang akan ditentukan tersebut i antara besaran yang seudah diketahui (Waindo, 2007 dalam Anonim 2008)). Dalam interpolasi , hubungan antara titik-titik acuan tersebut didekati dengan menggunakan fungsi yang disebut fungsi interpolasi. Dengan demikian dalam interpolasi akan melibatkan dua tahap pokok yaitu : 1. penentuan fungsi interpolasi berdasar data acuan , 2. menentukan nilai dari besaran antara. Dalam kehidupan sehari-hari teknik interpolasi banyak dipergunakan. Sebagai contoh, bila membaca kecepatan kendaraan dari speedometer yang menunjukkan angka di antara dua strip, maka secara otomatis akan memperkirakan harga tersebut berdasarkan dua strip di dekatnya. Sensus data yang hanya ada sekitar 10 tahun sekali dan menginginkan data kependudukan pada tahun antaranya maka pendekatan interpolasi secara otomatis akan dilakukan.(Anonim,2008)


Sistem Informasi Geografis (Geographic Information System/GIS) yang selanjutnya akan disebut SIG merupakan sistem informasi berbasis komputer yang digunakan untuk mengolah dan menyimpan data atau informasi geografis. Dalam pembahasan selanjutnya, SIG akan selalu diasosiasikan dengan sistem yang berbasis komputer, walaupun pada dasarnya SIG dapat dikerjakan secara manual, SIG yang berbasis komputer akan sangat membantu ketika data geografis merupakan data yang besar (dalam jumlah dan ukuran) dan terdiri dari banyak tema yang saling berkaitan . SIG mempunyai kemampuan untuk menghubungkan berbagai data pada suatu titik tertentu di bumi, menggabungkannya, menganalisa dan akhirnya memetakan hasilnya. Data yang akan diolah pada SIG merupakan data spasial yaitu sebuah data yang berorientasi geografis dan merupakan lokasi yang memiliki sistem koordinat tertentu, sebagai dasar referensinya. Sehingga aplikasi SIG dapat menjawab beberapa pertanyaan seperti; lokasi, kondisi, trend, pola dan pemodelan. Kemampuan inilah yang membedakan SIG dari sistem informasi lainnya. Telah dijelaskan diawal bahwa SIG adalah suatu kesatuan sistem yang terdiri dari berbagai komponen, tidak hanya perangkat keras komputer beserta dengan perangkat lunaknya saja akan tetapi harus tersedia data geografis yang benar dan sumberdaya manusia untuk melaksanakan perannya dalam memformulasikan dan menganalisa persoalan yang menentukan keberhasilan SIG. Sebagian besar data yang akan ditangani dalam SIG merupakan data spasial yaitu sebuah data yang berorientasi geografis, memiliki sistem koordinat tertentu sebagai dasar referensinya dan mempunyai dua bagian penting yang membuatnya berbeda dari data lain, yaitu informasi lokasi (spasial) dan informasi deskriptif (attribute).(www.google.com \materi pemetaan.htm)

Sistem Informasi Geografis

Perencanan dan pengelolaan sumberdaya hutan yang baik mutlak diperlukan untuk menjaga kelestariannya. Untuk itu diperlukan informasi yang memadai yang bisa dipakai oleh pengambil keputusan, termasuk diantaranya informasi spasial. Sistem Informasi Geografis (SIG), Penginderaan Jauh (PJ) dan Global Positioning Sistem (GPS) merupakan tiga teknolgi spasial yang berguna.Semakn rumitnya proses pengambilan keputusan dalam berbagai aspek pengelolaan hutan membuat kebutuhan akan informasi semakin esensial. Informasi bisa dilihat sebagai input asar dari perumusan kebijakan, perencanaan, pelaksanaan, serta pengawasan dan evaluasi. Tidak adanya dan tidak layaknya informasi bisa berakibat fatal pada proyek dan program kehutanan.Sistem Informasi Geografis (Geographic Information System/GIS) yang selanjutnya akan disebut SIG merupakan sistem informasi berbasis komputer yang digunakan untuk mengolah dan menyimpan data atau informasi geografis. SIG akan selalu diasosiasikan dengan sistem yang berbasis komputer, walaupun pada dasarnya SIG dapat dikerjakan secara manual, SIG yang berbasis komputer akan sangat membantu ketika data geografis merupakan data yang besar (dalam jumlah dan ukuran) dan terdiri dari banyak tema yang saling berkaitan .

SIG mempunyai kemampuan untuk menghubungkan berbagai data pada suatu titik tertentu di bumi, menggabungkannya, menganalisa dan akhirnya memetakan hasilnya. Data yang akan diolah pada SIG merupakan data spasial yaitu sebuah data yang berorientasi geografis dan merupakan lokasi yang memiliki sistem koordinat tertentu, sebagai dasar referensinya. Sehingga aplikasi SIG dapat menjawab beberapa pertanyaan seperti; lokasi, kondisi, trend, pola dan pemodelan. Kemampuan inilah yang membedakan SIG dari sistem informasi lainnya. SIG adalah suatu kesatuan sistem yang terdiri dari berbagai komponen, tidak hanya perangkat keras komputer beserta dengan perangkat lunaknya saja akan tetapi harus tersedia data geografis yang benar dan sumberdaya manusia untuk melaksanakan perannya dalam memformulasikan dan menganalisa persoalan yang menentukan keberhasilan SIG. Sebagian besar data yang akan ditangani dalam SIG merupakan data spasial yaitu sebuah data yang berorientasi geografis, memiliki sistem koordinat tertentu sebagai dasar referensinya dan mempunyai dua bagian penting yang membuatnya berbeda dari data lain, yaitu informasi lokasi (spasial) dan informasi deskriptif (attribute).(www.google.com \materi pemetaan.htm).

Peta merupakan penyajian secara grafis dari kumpulan data yang mentah maupun yang telah dianalisis atau informasi sesuai dengan lokasinya. Dengan kata lain, peta adalah bentuk sajian informasi spasial mengenai permukaan bumi untuk dapat dipergunakan dalam pembuatan keputusan. Supaya bermanfaat suatu peta harus dapat menampilkan informasi secara jelas, mengandung ketelitian yang tinggi walaupun tidak dihindari harus bersifat selektif dengan mengalami pengolahan biasanya terlebih dahulu ditambah dengan ilmu pengetahuan agar lebih dapat dimanfaatkan langsung oleh pengguna.

Rabu, 29 April 2009

SEARCH AND RESCUE (SAR)

Unsur – unsur SAR :

  • Locate : kemampuan menentukan lokasi survivor.
  • Reach : kemampuan untuk mencapai survivor, untuk itu diperlukan kemampuan mendaki gunung, rock climbing, peta dan kompas, dll.
  • Stabilize : kemampuan untuk menentramkan survivor.
  • Evacuate : ketrampilan membawa survivor.

Tahapan – tahapan SAR :

  1. Awerness stage (tahap keragu-raguan ) :sadar akan keadaan darurat telah terjadi.
  2. Initial action ( tahapan kesiapan ) : melaksanakan segala sesuatunya sebagai tanggapan terhadap suatu kecelakaan.
  3. Planning stage ( tahapan perencanaan ) : pembuatan rencana yang efektif.
  4. Operation stage(tahapan operasi ) : seluruh unit bekerja hingga operasi sar selesai.
  5. Report stage (tahapan laporan ) : membuat laporan tentang misi SAR.

BENTUK-BENTUK KOMUNIKASI

  • BENTUK-BENTUK KOMUNIKASI


     

  • KOMUNIKASI ANTAR PERSONA
  • KOMUNIKASI KELOMPOK
  • KOMUNIKASI TRANSENDENTAL
  • KOMUNIKASI INTRA PERSONA
  • KOMUNIKASI MASSA


     


     

  • KOMUNIKASI ANTAR PERSONA ADLAH KOMUNIKASI ANTARA INDIVIDU YG SATU DG INDIVIDU YG LAIN DG CIRI :


     

  • INTERAKSI YG MENGGUNAKAN LAMBANG-LAMBANG
  • TERDAPAT USAHA UTK MEMELIHARA HUBUNGAN YG BERSIFAT KOMUNIKATIF DG ORANG LAIN
  • HASIL BERSIFAT RESIPROSAL (SALING MENUNTUT JAWABAN) YG DAPAT BERUPA :
    • UTILITARIAN : TTG KEGUNAAN & MANFAAT DR PEMBICARAAN YBS
    • AESTHETIC : KESENANGAN, KEGEMBIRAAN, ATAU HIBURAN YG DPT DIAMBIL DARI PEMBICARAAN
    • THERAPEUTIC :
      MEMBERIKAN HASIL YG BERSIFAT MENGATASI KESULITAN, MEMPERBAIKI ATAU MENGAKRABKAN KEMBALI HUBUNGAN KOMUNIKATIF


     

  • KOMUNIKASI KELOMPOK ADL KOMUNIKASI DG MENGHADAPI SEKELOMPOK ORANG DLM BENTUK KULIAH, RAPAT, BRIEFING, PENATARAN, SEMINAR, DLL

        

        TITIK BERAT KOMUNIKASI DITUJUKAN UTK PENGISIAN ATAU PENAMBAHAN PENGETAHUAN YG DAPAT MENGAKTIFKAN RASIO, PIKIRAN DAN INTELEKTUALITAS MANUSIA

  • KOMUNIKASI TRANSENDENTAL (DI LUAR TANGGAPAN PANCA INDERA MANUSIA, YAITU KOMUNIKASI ANTARA MANUSIA DENGAN TUHAN/ YG GAIB (SEMBAHYANG, SHALAT, SEMEDI, TAFAKKUR, DLL)


     


     

  • KOMUNIKASI INTRA PERSONA, YAITU KOMUNIKASI DENGAN DIRI SENDIRI ( INTROSPEKSI / EVALUASI DIRI, DLL )


     


     

  • KOMUNIKASI MASSA ADALAH KOMUNIKASI YG DITUJUKAN KE SEJUMLAH BESAR ORANG (MASSA) YG BISA BERSIFAT ABSTRAK ATAUPUN RIIL, YG PADA PRINSIPNYA MEMPUNYAI PERHATIAN / MINAT YANG SAMA


     


     

  • IDENTITAS MASSA
  • AUDIENCE YG BERADA DI BAG BELAKANG SUDAH TDK DAPAT MENDENGAR SUARA NORMAL KOMUNIKATOR
  • KOMUNIKATOR TDK DAPAT MENATAP WAJAH AUDIENCE YG BERADA DI BARISAN PALING BELAKANG


     

  • SIFAT MASSA


     

  • HETEROGEN
  • ANONIM BAGI KOMUNIKATOR
  • EMOSIONAL
  • IRRASIONAL
  • INSIDENSIAL


     


     


 

Selasa, 28 April 2009

Sistem Informasi Geografis

Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah suatu sistem informasi yang digunakan untuk pemasukan, penyimpanan, manipulasi, menampilkan, dan keluaran informasi yang berkaitan dengan objek di permukaan bumi yang bereferensi geografis beserta atribut-atributnya. SIG mempunyai peran yang signifikan dalam proses pengambilan keputusan dan penyebaran informasi karena di dalam SIG, data dan informasi yang merepresentasikan fenomena nyata dapat disimpan, diproses, dan disajikan dengan bentuk yang lebih sederhana dan sesuai dengan kebutuhan. Dengan SIG, proses manipulasi dan presentasi data dengan merelasikannya dengan posisinya secara geografis di permukaan bumi akan meningkatkan pemahaman akan fenomena nyata. Pada praktikum ini akan dipraktekkan aplikasi SIG dalam perencanaan tataguna lahan.

Secara umum terdapat dua jenis data yang digunakan SIG dalam memodelkan fenomena nyata, yaitu:
1. data grafis/ spasial: data yang mewakili aspek keruangan, posisi, koordinat. Berdasar struktur datanya, data spasial yang biasa digunakan dalam SIG dapat dipilahkan menjadi:
a. raster; menampilkan, menempatkan, dan menyimpan data spasial dengan menggunakan struktur mastriks atau piksel yang membentuk grid sehingga struktur datanya sederhana. Dengan demikian, mudah juga dimanipulasi dengan menggunakan fungsi-fungsi matematika sederhana sehingga teknologi yang digunakan pun tidak kompleks. Setiap piksel memiliki atribut tersendiri. Akurasi model data ini tergantung pada resolusi atau ukuran pikselnya. Overlay dan kombinasinya dengan ada penginderaan jauh mudah dilakukan. Namun demikian, untuk penyimpanannya diperlukan ruang yang besar; banyak redudancy data. Untuk menghemat ruang penyimpanan, dapat digunakan ukuran grid yang lebih besar, namun akan menghilangkan informasi detil dan ketelitian (Prahasta, 2005).
b. vektor; menampilkan, menempatkan, dan menyimpan data spasial dengan menggunakan titik, garis, atau poligon beserta atributnya. Posisi objek dicatat pada sistem koordinat (Nuarsa, 2005). Satu layer dapat dikaitkan dengan banyak atribut sehingga hanya memerlukan sedikit ruang penyimpanan. Namun demikian, struktur datanya rumit/ kompleks sehingga tidak mudah untuk dimanipulasi (Prahasta, 2005).
SIG mampu mengelola dan mengolah data spasial dan atribut secara terintegrasi sehingga mempunyai kemampuan analisis spasial dan non-spasial. Pembuatan peta dan analisisnya bukanlah hal baru, namun SIG dapat mengerjakan ini dengan lebih cepat dan lebih mutakhir dibanding dengan metode manual. Pada awalnya data geografi hanya disajikan dengan peta beserta simbol-simbolnya (titik, garis, poligon dengan warna/ tanda lain yang berbeda). Data-data geografis ini dapat ditumpangsusunkan apabila memiliki sistem koordinat yang sama. SIG tidak hanya dapat merepresentasikan dunia nyata pada layar monitor komputer sebagaimana lembaran peta, namun SIG juga menyimpan semua data/ informasi deskriptif sebagai atribut dalam basisdatanya. SIG menyimpan data ini dalam bentuk tabel-tabel relasional dan meghubungkannya sengan lokasi yang berkaitan dengan atribut tersebut dalam satuan yang disebut ‘layer’. Layer-layer ini akan membentuk basisdata SIG, sehingga perancangan basisdata SIG merupakan hal yang akan menentukan efektifitas dan efesiensi proses input – proses – output dalam SIG. Dengan demikian, pengembangan basisdata merupakan komponen terpenting dalam SIG karena paling banyak memerlukan waktu dan biaya.
SIG tidak semata-mata perangkat pembuat peta, namun SIG mempunyai berbagai fungsi analisis yang antara lain dapat diklasifikasikan sebagai berikut (Prahasta, 2005):
Klasifikasi dan reklasifikasi;
Jaringan (network);
Tumpang susun (overlay);
Buffering;
Tiga dimensi; dan
Pengolahan citra digital.

Keunggulan SIG yang lain adalah dapat digunakan untuk mengintegrasikan data-data yang ada, misalnya dengan tumpang susun dengan memadukan layer yang berbeda dan secara matematis dengan operasi-operasi tertentu pada atribut-atribut data yang ada. Integrasi dan menampilkannya secara visual dengan waktu yang singkat merupakan kemampuan SIG yang tidak dimiliki perangkat lain yang berguna bagi para pengambil keputusan. Dengan SIG, pengguna juga dapat menyatakan relasi, pola, dan tren.

Selasa, 24 Februari 2009

TEORI MOTIVASI

TEORI MOTIVASI

1. Pengertian motivasi
Motivasi adalah faktor pendorong seseorang untuk melakukan sesuatu perbuatan atau kegiatan tertentu (faktor pendorong perilaku seseorang).
Motivasi dapat juga diartikan sebagai factor pendorong yang berasal dalam diri manusia, yang akan mempengaruhi cara bertindak seseorang.
Sedangkan pada ilmu manajemen atau ekonomi motivasi adalah suatu kegiatan seseorang yang dalam hal ini seorang manejer yang dapat mengakibatkan perubahan pada diri manusia (karyawan) menjadi lebih baik prestasinya
Sedangkan motivasi dalam konteks organisasi lebih berarti sebagai suatu proses dengan apa seorang manajer merangsang pihak lain untuk bekerja dalam rangka upaya untuk mencapai sasaran-sasaran organitoris, sebagi alat untuk memuaskan keinginan-keinginan pribadi mereka sendiri.
Pengertian yang lain tentang motivasi adalah suatu kegiatan dari seorang manajer yang dapat mengakibatkan, menyalurkan, dan memelihara prilaku manusia (karyawan) menjadi lebih baik.
Motivasi sangat dipengaruhi oleh persepsi diri yang dimiliki oleh seseorang, dan persepsi itu muncul dari suatu rangkaian proses yang terus menerus dalam diri individu seseorang dalam menghadapi lingkungan sekitarnya.

2. Sumber dan Pengaruh Motivasi
Motivasi dapat ditimbulkan oleh 2 faktor, yaitu :
• Faktor internal /instrinsik (nonfinansial, pujian, penghargaan, pendekatan dll)
• Faktor eksternal/ ekstrinsik (finansial, gaji, insentif dll)
Menurut Hilgard dan Atkinson, tidaklah mudah untuk menjelaskan motifasi sebab :
1. Pernyataan motif antar orang adalah tidak sama, budaya yang berbeda akan menghasilkan ekspresi motif yang berbeda pula.
2. Motif yang tidak sama dapat diwujudkan dalam berbagai prilaku yang tidak sama.
3. Motif yang tidak sama dapat diekspresikan melalui prilaku yang sama.
4. Motif dapat muncul dalam bentuk-bentuk prilaku yang sulit dijelaskan
5. Suatu ekspresi prilaku dapat muncul sebagai perwujudan dari berbagai motif.
Berikut ini dikemukakan uraian mengenai motif yang ada pada manusia sebagai factor pendorong dari prilaku manusia:
1. Motif Kekuasaan
Merupakan kebutuhan manusia untuk memanipulasi manusia lain melalui keunggulan-keunggulan yang dimilikinya
2. Motif Kekuasaan
Merupakan keinginan atau kehendak untuk menyelesaikan suatu tugas secara sempurna, atau sukses didalam situasi persaingan (Chelland).
3. Motif Untuk Bergabung
Menurut Schachter motif untuk bergabung dapat diartikan sebagai kebutuhan untuk berada bersama orang lain.
4. Motif Keamanan (Security Motive)
Merupakan kebutuhan untuk melindungi diri dari hambatan atau gangguan yang akan mengancam keberadaanya.
5. Motif Status (Status Motive)
Merupakan kebutuhan manusia untuk mencapai atau menduduki tingkatan tertentu di dalam sebuah kelompok, organisasi atau masyarakat.

3. Teori – Teori Motivasi
Teori – teori motivasi dapat dibagi menjadi 3 yaitu :
A. TEORI KEPUASAN ( CONTENT THEORY )
Pada dasarnya Teori ini lebih didekatkan pada factor – factor kebutuhan dan kepuasan individu yang menyebabkannya bertindak dan berperilaku dengan cara tertentu. Hal yang memotivasi semangat bekerja seseorang adalah untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan material maupun nonmaterial yang diperolehnya dari hasil pekerjaannya. Jika kebutuhan dan kepuasannya semakin terpenuhi maka semangat kerjanya pun akan semakin baik pula. Jadi pada kesimpulannya, seseorang akan bertindak (bersemangat bekerja) untuk dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan (Inner Needs) dan kepuasannya. Misalnya mahasiswa A ingin lulus dengan IPK 3,8. Dia akan terdorong untuk lebih giat belajar dibandingkan dengan mahasiswa B yang ingin lulus dengan IP 2,8.

B. TEORI PROSES ( PROCESS THEORY )
Teori proses ini pada dasarnya berusaha untuk menjawab pertanyaan, bagaimana menguatkan, mengarahkan, memelihara, dan menghentikan perilaku individu, agar setiap individu bekerja giat sesuai dengan keinginan manajjer. Teori ini juga merupakan proses sebab dan akibat bagaimana seseorang bekerja serta hasil apa yang akan diperolehnya. Jadi hasil yang dicapai tercermin dalam bagaimana proses kegiatan yang dilakukan seseorang. Bisa dikatakan bahwa hasil hari ini merupakan kegiatan hari kemarin.
C. TEORI PENGUKUHAN ( REINFORCEMENT THEORY )
Teori ini didasarkan atas hubungan sebab dan akibat dari perilaku dengan pemberian konpensasi. Misalnya promosi seorang karyawan itu tergantung dari prestasi yang selalu dapat dipertahankan. Sifat ketergantungan tersebut bertautan dengan hubungan antara perilaku dan kejadian yang mengikuti perilaku tersebut

PUSTAKA
http://warnadunia.com/teori-motivasi/
www.geocities.com/stit_singkawang/arnadi_arkan/materi_manj_pend1.doc
uforsa.multiply.com/journal/item/
stie-dewantara.ac.id/download-/doc_download/16-sap-pengantar-manajemen -

TEORI MOTIVASI PROSES

B. Teori Proses ( Process Theory )
TEORI PROSES INI PADA DASARNYA BERUSAHA UNTUK MENJAWAB PERTANYAAN, BAGAIMANA MENGUATKAN, MENGARAHKAN, MEMELIHARA, DAN MENGHENTIKAN PERILAKU INDIVIDU, AGAR SETIAP INDIVIDU BEKERJA GIAT SESUAI DENGAN KEINGINAN MANAJJER. TEORI INI JUGA MERUPAKAN PROSES SEBAB DAN AKIBAT BAGAIMANA SESEORANG BEKERJA SERTA HASIL APA YANG AKAN DIPEROLEHNYA. JADI HASIL YANG DICAPAI TERCERMIN DALAM BAGAIMANA PROSES KEGIATAN YANG DILAKUKAN SESEORANG. BISA DIKATAKAN BAHWA HASIL HARI INI MERUPAKAN KEGIATAN HARI KEMARIN. TEORI PROSES INI, DIKENAL ATAS :
 TEORI HARAPAN ( EXPECTANCY THEORY )
Teori ini dikemukakan oleh Victor H. Vroom yang menyatakan bahwa kekuatan yang memotivasi seseorang untuk bekerja giat dalam mengerjakan pekerjaannya tergantung dari hubungan timbal balik antara apa yang diinginkan dan dibutuhkan dari hasil pekerjaan itu.
Teori harapan ini didasarkan atas :
1. Harapan (Expectancy), adalah suatu kesempatan yang diberikan akan terjadi karena perilaku.
2. Nilai (Valence) adalah akibat dari perilaku tertentu mempunyai nilai / martabat tertentu (daya/nilai motivasi) bagi setiap individu yang bersangkutan.
3. Pertautan (Instrumentality) adalah persepsi dari individu bahwa hasil tingkat pertama akan dihubungkan dengan hasil tingkat kedua.
 TEORI KEADILAN (EQUATY THEORY)
KEADILAN MERUPAKAN DAYA PENGGERAK YANG MEMOTIVASI SEMAGAT KERJA SESEORANG, JADI ATASAN HARUS BERTINDAK ADIL TERHADAP SETIAP BAWAHANNYA. PENILAIAN DAN PENGAKUAN MENGENAI PERILAKU BAWAHAN HARUS DILAKUKAN SECARA OBJEKTIF..

TEORI MOTIVASI KEPUASAN

A. Teori Kepuasan ( Content Theory )
Pada dasarnya Teori ini lebih didekatkan pada factor – factor kebutuhan dan kepuasan individu yang menyebabkannya bertindak dan berperilaku dengan cara tertentu. Hal yang memotivasi semangat bekerja seseorang adalah untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan material maupun nonmaterial yang diperolehnya dari hasil pekerjaannya. Jika kebutuhan dan kepuasannya semakin terpenuhi maka semangat kerjanya pun akan semakin baik pula. Jadi pada kesimpulannya, seseorang akan bertindak (bersemangat bekerja) untuk dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan (Inner Needs) dan kepuasannya. Misalnya mahasiswa A ingin lulus dengan IPK 3,8. Dia akan terdorong untuk lebih giat belajar dibandingkan dengan mahasiswa B yang ingin lulus dengan IP 2,8.
Teori kepuasan (Content Theory) ini banyak dikenal antara lain :
Teori Motivasi klasik oleh F.W. Taylor.
Maslow’s Need Hierarchy Yheory (A Theory of Human Motivation) oleh A.H. Maslow.
Herzberg’s Two Factor Theory oleh Frederick Herzberg.
Mc. Clelland’s Achievement Motivation Theory oleh Mc.Clelland.
Existence, Relatedness and Growth (ERG) Yheory oleh Alderfer.
Teori Motivasi Human Relations
Teori Motivasi Claude S. George

1. Teori Motivasi Klasik
Teori ini dikemukakan oleh Frederik Winslow Taylor. Menurutnya, motivasi para pekerja itu hanya untuk dapat memenuhi kebutuhan dan kepuasan biologis saja. Sedangkan kebutuhan biologis itu sendiri adalah kebutuhan yang diperlukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup seseorang.

2. Maslow’s Need Hierarchy Theory
Teori ini dikemukakan oleh A.H. Maslow tahun 1943. Teori ini juga merupakan kelanjutan dari Human Science Theory Elton Mayo (1880-1949) yang menyatakan bahwa kebutuhan dan kepuasaan seseorang itu jamak yaitu kebutuhan biologis dan psikologis berupa material dan nonmaterial.
Dasar Maslow’s Need Hierarchy Theory :
Manusia adalah makhluk sosial yang berkeinginan. Ia selalu menginginkan lebih banyak. Keinginan ini terus menerus, baru berhenti jika akhir hayatnya tiba.
Suatu kebutuhan yang telah dipuaskan tidak menjadi alat motivasi bagi pelakunya, hanya kebutuhan yang belum terpenuhi yang menjadi alat motivasi.
Ada beberapa macam kebutuhan, antara lain :
- Physiological Needs
Physiological Needs (kebutuhan fisik = biologis) yaitu kebutuhan yang diperlukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup seseorang, seperti makan, minum, udara, perumahan dan lain-lainnya. Keinginan untuk memenuhi kebutuhan fisik ini merangsang seeorang berperilaku dan bekerja giat.
- Safety and Security needs
Safety and Security needs (keamanan dan keselamatan) adalah kebutuhan akan keamanan dari ancaman, yakni merasa aman dari ancaman kecelakaan dan keselamatan dalam melakukan pekerjaan.
- Affiliation or Acceptance Needs
Affiliation or Acceptance Needs adalah kebutuhan sosial, teman, dicintai dan mencintai serta diterima dalam pergaulan kelompok karyawan dan lingkungannya. Karena manusia adalah makhluk sosial, sudah jelas ia menginginkan kebutuhan-kebutuhan social.
- Esteem or Status or Egoistic Needs
Esteem or Status or Egoistic Needs adalah kebutuhan akan penghargaan diri, pengakuan serta penghargaan prestise dari karyawan dan masyarakat lingkungannya. Prestise dan status dimanifestasikan oleh banyak hal yang digunakan sebagai simbol status. Misalnya, memakai dasi untuk membedakan seorang pimpinan dengan anak buahnya dan lain-lain.
- Self Actuallization
Self Actuallization adalah kebutuhan aktualisasi diri dengan menggunakan kecakapan, kemampuan, ketrampilan, dan potensi optimal untuk mencapai prestasi kerja yang sangat memuaskan atau luar biasa yang sulit dicapai orang lain. Kebutuhan aktualisasi diri berbeda dengan kebutuhan lain dalam dua hal, yaitu :
1. Kebutuhan aktualisasi diri tidak dapat dipenuhi dari luar. Pemenuhannya hanya berasarkan keinginan atas usaha individu itu sendiri.
2. Aktualisasi diri berhubungan dengan pertumbuhan seorang individu. Kebutuhan ini berlangsung terus-menerus terutama sejalan dengan meningkatkan jenjang karier seorang individu.
Dari uraian di atas, Maslow’s Need Hierarchy Theory ini mempunyai kebaikan dan kelemahan, sebagai berikut :

Kebaikannya:
Teori ini memberikan informasi bahwa kebutuhan manusia itu jamak (material dan nonmaterial) dan bobotnya bertingkat-tingkat pula.
Manajer mengetahui bahwa seseorang berperilaku atau bekerja adalah untuk dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan (material dan nonmaterial) yang akan memberikan kepuasaan baginya.
Kebutuhan manusia itu berjenjang sesuai dengan kedudukan atau sosial ekonominya. Seseorang yang berkedudukan rendah (sosial ekonomi lemah)cenderung dimotivasi oleh material, sedang orang yang berkedudukan tinggi cenderung dimotivasi oleh nonmaterial.
Manajer akan lebih mudah memberikan alat motivasi yang paling sesuai untuk merangsang semangat bekerja bawahannya.
Kelemahannya :
Menurut teori ini kebutuhan manusia itu adalah bertingkat-tingkat atau hierarkis, tetapi dalam kenyataannya manusia menginginkan tercapai sekaligus dan kebutuhan itu merupakan siklus, seperti lapar-makan-lapar lagi-makan lagi dan seterusnya.

3. Herzberg’s Two Factors Teory
Teori Motivasi Dua Faktor atau Teori Motivasi Kesehatan atau Faktor Higienis. Menurut teori ini motivasi yang ideal yang dapat merangsang usaha adalah peluang untuk melaksanakan tugas yang lebih membutuhkan keahlian dan peluang untuk mengembangkan kemampuan. Ada 3 hal penting berdasarkan penelitian Herzberg yang harus diperhatikan dalam motivasi bawahan yaitu :
1. Hal-hal yang mendorong karyawan adalah pekerjaan yang menantang yang mencakup perasaan untuk berprestasi, bertanggung jawab, kemajuan dapat menikmati pekerjaan itu sendiridan adanya pengakuan atas semuanya itu.
2. Hal-hal yang mengecewakan karyawan adalah terutama faktor yang bersifat embel-embel saja pada pekerjaan, peraturan pekerjaan, penerangan, istirahat, sebutan jabatan, hak, gaji, tunjangan, dan lain-lain.
3. Karyawan kecewa, jika peluang untuk berprestasi terbatas. Mereka akan menjadi sensitif pada lingkungannya serta mulai mencari-cari kesalahan.
Herzberg menyatakan bahwa orang dalam melaksanakan pekerjaannya dipengaruhi oleh dua faktor yang merupakan kebutuhan, yaitu :
a. Maintenance Factors
Adalah faktor-faktor pemeliharaan yang berhubungan dengan hakikat manusia yang ingin memperoleh ketentraman badaniah. Kebutuhan kesehatan ini merupakan kebutuhan yang berlangsung terus-menerus, karena kebutuhan ini akan kembali pada titik nol setelah dipenuhi.
b. Motivation Factors
Adalah faktor motivator yang menyangkut kebutuhan psikologis seseorang yaitu perasaan sempurna dalam melakukan pekerjaan. Factor motivasi ini berhubungan dengan penghargaan terhadap pribadi yang berkaitan langsung denagn pekerjaan.

4. Mc. Clelland’s Achievment Motivation Theory
Mc. Clelland’s achievment Motivation Theory atau Teori Motivasi Prestasi dikemukakan oleh David Mc.Clelland. Teori ini berpendapat bahwa karyawan mempunyai cadangan energi potensial. Energi ini akan dimanfaatkan oleh karyawan karena didorong oleh kekuatan motif dan kebutuhan dasar yang terlibat, harapan keberhasilannya, dan nilai insentif yang terlekat pada tujuan.
Mc. Clelland mengelompokan 3 kebutuhan manusia yang dapat memotivasi gairah bekerja seseorang, yaitu :
- Kebutuhan akan Prestasi ( Need for Achievment )
- Kebutuhan akan Afiliasi ( Need for Affiliation )
- Kebutuhan akan Kekuasaan ( Need for Power )

5. ERG Theory Alderfer
Existence, relatednes, and Growth ( ERG ) Theory ini dikemukakan oleh Clayton Alderfer seorang ahli dari Yale University. Teori ini juga merupakan penyempurnaan dari teori kebutuhan yang dikemukakan oleh A.H. Maslow. Alderfer mengemukakan bahwa ada 3 kelompok kebutuhan yang utama, yaitu :
Kebutuhan akan Keberadaan ( Existence Needs ), berhubungan dengankebutuhan dasar termasuk didalamnya Physiological Needs dan Safety Needs dari Maslow.
Kebutuha akan Afiliasi ( Relatedness Needs ), menekankan akan pentingnya hubungan antar-individu ( interpersonal relationship ) dan bermasyarakat ( social relationship ).
Kebutuhan akan Kemajuan ( Growth Needs ), dalah keinginan intrinsik dalam diri seseorang untuk maju atau meningkatkan kemampuan pribadinya.

6. Teori Motivasi Human Relations
Teoori ini lebih mengutamakan pada hubungan seseorang dengan lingkungannya. Menurut teori ini seseorang akan berprestasi baik, jika ia diterima dan diakui dalam pekerjaannya dan lingkungannya. Teori ini juga menekankan peranan aktif pimpinan organisai dalm memelihara hubungan dan kontak-kontak pribadi denga bawahannya yang dapat membangkitkan gairah kerja.

7. Teori Motivasi Claude S. George
Teori ini menyatakan bahwa seseorang mwmpunyai kebutuhan yang berhubungan dengan tempat dan suasana di lingkungan bekerjanya, yaitu :
upah yang layak
kesempatan untuk maju
pengakuan sebagai individu
keamanan bekerja
tempat kerja yang baik
penerimaan oleh kelompok
perlakuan yang wajar
pengakuan atas prestasi

Minggu, 22 Februari 2009

TEORI MOTIVASI

  1. Pengertian

Motivasi adalah faktor pendorong seseorang untuk melakukan sesuatu perbuatan atau kegiatan tertentu (faktor pendorong perilaku seseorang).


Motivasi sangat dipengaruhi oleh persepsi diri yang dimiliki oleh seseorang, dan persepsi itu muncul dari suatu rangkaian proses yang terus menerus dalam diri individu seseorang dalam menghadapi lingkungan sekitarnya.


Proses interaksi terjadi secara bertahap, mulai dari :

      • Perhatian

      • Pengamatan

      • Tanggapan/PERSEPSI

      • Imajinasi

      • Ingatan

      • Pemikiran

      • Motivasi


  1. Sumber dan Pengaruh Motivasi

Motivasi dapat ditimbulkan oleh 2 faktor, yaitu :

  • Faktor internal /instrinsik (nonfinansial, pujian, penghargaan, pendekatan dll)

  • Faktor eksternal/ ekstrinsik (finansial, gaji, insentif dll)

  1. Teori Motivasi


Secara umum kebutuhan yang ada pada manusia merupakan rangkaian proses untuk melakukan tindakan dalam mencapai pemenuhan kebutuhan tersebut, hal ini dapat digambarkan sebagai berikut :

Kebutuhan-kebutuhan akan menimbulkan adanya dorongan-dorongan bagi seseorang untuk bertindak. Kebutuhan dan dorongan yang tidak terpenuhi akan menimbulkan ketegangan tersendiri. Selanjutnya merangsang seseorang untuk bertindak/melakukan perbuatan/praxis dan selanjutnya dapat diambil suatu keputusan.


Menurut Nanang Fatah (1996:19) mengatakan bahwa Pada hakekatnya orang bekerja untuk memenuhi kebutuhan atas dorongan atau motivasi tertentu. Kebutuhan dipandang sebagai penggerak atau pembangkit perilaku, sedangkan tujuan berfungsi mengarahkan perilaku. Proses motivasi sebagian besar diarahkan untuk memenuhi dan mencapai kebutuhan.


DAFTAR PUSTAKA

www.geocities.com/stit_singkawang/arnadi_arkan/materi_manj_pend1.doc