Erosi adalah proses penghancuran dan pengangkutan partikel-partikel tanah oleh tenaga erosi ( presipitasi, angin).
Berdasarkan prosesnya, di permukaan bumi dikenal 2 bentuk erosi, yaitu erosi alam atau erosi normal/ erosi geologi dan erosi dipercepat.
1. Erosi alam/normal/geologi
Proses erosi ini terjadi secara alami oleh tenaga alam seperti pengikisan kulit bumii atau lapisan permukaan tanah. Proses ini mempunyai ciri terjadi secara lambat dan hasilnya baru dirasakan setelah berpuluh-puluh tahun.
2. Erosi geologi
Disebabkan oleh tindakan manusia yang akan mengakibatkan erosi semakin cepat, sehingga dikenal sebagai erosi dipercepat(accelerated erotion). Contoh: penggundulan hutan.
Selain itu dikenal pula batas erosi (permessible erotion/PE).merupakan nilai laju erosi yang tidak melebihi laju pembentukan tanah.penghitungan PE mencakup :
1. ketebalan lapisan tanah atasan.
2. sifat fisik tanah.
3. pencegahan terjadi erosi selokan/gully.
4. penurunan bahan organik.
5. kandungan hara tanah.
6. kecepatan pembentukan tanah.
DAFTAR PUSTAKA
Kusumandari, ambar.2007. Hand Out Konservasi Tanah dan Air. Fakultas Kahutanan. UGM.Yogyakarta
WELCOME TO FOREST CONSERVATION
SAVE OUR FOREST
WILL
SAVE OUR WORLD
SAVE OUR FOREST
FOR
A BETTER FUTURE
WILL
SAVE OUR WORLD
SAVE OUR FOREST
FOR
A BETTER FUTURE
Tampilkan postingan dengan label KTA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KTA. Tampilkan semua postingan
Jumat, 20 Februari 2009
DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS)

Daerah aliran sungai (DAS) adalah kawasan yang dibatasi oleh pemisah topografi (igir-igir pegunungan) kawasan tersebut menampung, menyimpan dan mengalirkan air melalui sistem sungai dan mengluarkannya melalui titik tunggal atau single outlet.
DAS sebagai suatu sistem selalu ada masukan (input) proses dan keluaran (output).
Masukan:
1. curah hujan (alami)
2. teknologi (buatan)
keluaran:
1. aliran
2. sedimen
3. evapotranspirasi
proses terdiri dari beberapa variebel. Proses yang berpengaruh terhadap pengubahan hujan menjadi run off(aliran permukaan).
· Infiltrasi dan perkolasi
· Evapotranpirasi
· Penampungan air/aliran
· Perjalanan aliran/pemindahan aliran
DAFTAR PUSTAKA
Soedjoko, Sri Atuti., Suryatmojo, Hatma. 2004. Hidrologi Hutan. Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta
Rabu, 11 Februari 2009
KONSERVASI TANAH DAN AIR
KONSERVASI TANAH DAN AIR
KONSERVASI TANAH
Penempatan setiap bidang tanah pada cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah tersebut dan memperlakukannya sesuai dengan syarat – syarat yang diperlukan sehingga tidak terjadi kerusakan.
KONSERVASI AIR
Penggunaan air yang jatuh ke tanah se efisien mungkin dan juga menyangkut pengaturan waktu aliran atau ditribusi air sehingga :
1.tidak terjadi banjir yang merusak lingkungan di musim penghujan
2.tetap cukup keter sediaan air pada musim kemarau
3.tetap terjaga kualitas air.
Pendekatan konservasi air :
WATER HARVEST
Air dipanen secara langsung, misalnya penampungan air, checkdam, bendungan.
Kelemahan:
1.perlu kawasan yang luas: misalnya untuk daerah genangan tetap 5000 ha, daerah pasang surut 3000 ha, total 8000 ha, hanya untuk penampungan air saja.
2.pada waktu proses pengumpulan air ada resiko erosi dan aliran permukaan.
Keuntungan:
1.air dapat dimanfaatkan secara langsung dan sewaktu-waktu.
2.cocok untuk daerah yang mempunyai iklim tidak menentu.
WATER YIELD
Usaha – usaha yang membuahkan hasil berupa sumber-sumber air.
Kelemahan :
1.air tidak tersedia untuk kepentingan tertentu dalam jumlah besar.
Keuntungan:
1.tidak perlu tempat yang luas
2.tidak perlu investasi yang tinggi
3.aman terhadap erosi
4.bisa tersebar dimana-mana
5.lebih aman daripada water harvest
TUJUAN KONSERVASI TANAH
mencegah kerusakan tanah akibat erosi.
memperbaiki tanah yang rusak.
menetapkan kelas kemampuan lahan.
menetukan tindakan atau perlakuan agar tanah dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin dalam jangka waktu yang tidak terbatas.
SASARAN KONSERVASI TANAH
energi perusak ( air hujan dan aliran permukaan ) sekecil mungkin sehingga tidak merusak.
agregat tanah lebih tahan terhadap pukulan air hujan dan aliran permukaan.
Menampung aliran permukaan, lalu mengalirkanya melalui saluran yang telah disiapkan sehingga kerusakan kecil.
PENDEKATAN
Memperbaiki dan menjaga keadan tanah agar tahan terhadap penghancuran dan pengangkutan, serta lebih besar daya menyerap airnya.
Menutup tanah dengan tanaman atau sisa-sisa tumbuhan agar terlindung dari pukulan air hujan secara langsung.
Mengatur aliran permukaan sehingga mengalir dengan kekuatan yang tidak merusak.
PERAN VEGETASI DALAM PENGENDALIAN DAUR AIR
a)Sebagai pengurang atau pembuang cadangan air di bumi lewat proses:
Evapotranspirasi
Pemakaian air secara konsumtif untuk pembentukan jaringan tubuh tanaman.
b)Sebagai penghalang masuknya air sampai bumi lewat proses intersepsi.
c)Sebagai pengurang atau peredam energi kinetik aliran lewat:
Tahanan permukaan dari bagian batang di permukaan.
Tahanan air permukaan oleh adanya seresah di permukaan.
d)Sebagai pendorong ke arah perbaikan kemampuan watak fisik tanah untuk:
Memasukkan air lewat sistem perakaran.
Mendinamisasi siklus bahan organik.
Menaikan kegiatan biologik dalam tanah.
KONSERVASI TANAH
Penempatan setiap bidang tanah pada cara penggunaan yang sesuai dengan kemampuan tanah tersebut dan memperlakukannya sesuai dengan syarat – syarat yang diperlukan sehingga tidak terjadi kerusakan.
KONSERVASI AIR
Penggunaan air yang jatuh ke tanah se efisien mungkin dan juga menyangkut pengaturan waktu aliran atau ditribusi air sehingga :
1.tidak terjadi banjir yang merusak lingkungan di musim penghujan
2.tetap cukup keter sediaan air pada musim kemarau
3.tetap terjaga kualitas air.
Pendekatan konservasi air :
WATER HARVEST
Air dipanen secara langsung, misalnya penampungan air, checkdam, bendungan.
Kelemahan:
1.perlu kawasan yang luas: misalnya untuk daerah genangan tetap 5000 ha, daerah pasang surut 3000 ha, total 8000 ha, hanya untuk penampungan air saja.
2.pada waktu proses pengumpulan air ada resiko erosi dan aliran permukaan.
Keuntungan:
1.air dapat dimanfaatkan secara langsung dan sewaktu-waktu.
2.cocok untuk daerah yang mempunyai iklim tidak menentu.
WATER YIELD
Usaha – usaha yang membuahkan hasil berupa sumber-sumber air.
Kelemahan :
1.air tidak tersedia untuk kepentingan tertentu dalam jumlah besar.
Keuntungan:
1.tidak perlu tempat yang luas
2.tidak perlu investasi yang tinggi
3.aman terhadap erosi
4.bisa tersebar dimana-mana
5.lebih aman daripada water harvest
TUJUAN KONSERVASI TANAH
mencegah kerusakan tanah akibat erosi.
memperbaiki tanah yang rusak.
menetapkan kelas kemampuan lahan.
menetukan tindakan atau perlakuan agar tanah dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin dalam jangka waktu yang tidak terbatas.
SASARAN KONSERVASI TANAH
energi perusak ( air hujan dan aliran permukaan ) sekecil mungkin sehingga tidak merusak.
agregat tanah lebih tahan terhadap pukulan air hujan dan aliran permukaan.
Menampung aliran permukaan, lalu mengalirkanya melalui saluran yang telah disiapkan sehingga kerusakan kecil.
PENDEKATAN
Memperbaiki dan menjaga keadan tanah agar tahan terhadap penghancuran dan pengangkutan, serta lebih besar daya menyerap airnya.
Menutup tanah dengan tanaman atau sisa-sisa tumbuhan agar terlindung dari pukulan air hujan secara langsung.
Mengatur aliran permukaan sehingga mengalir dengan kekuatan yang tidak merusak.
PERAN VEGETASI DALAM PENGENDALIAN DAUR AIR
a)Sebagai pengurang atau pembuang cadangan air di bumi lewat proses:
Evapotranspirasi
Pemakaian air secara konsumtif untuk pembentukan jaringan tubuh tanaman.
b)Sebagai penghalang masuknya air sampai bumi lewat proses intersepsi.
c)Sebagai pengurang atau peredam energi kinetik aliran lewat:
Tahanan permukaan dari bagian batang di permukaan.
Tahanan air permukaan oleh adanya seresah di permukaan.
d)Sebagai pendorong ke arah perbaikan kemampuan watak fisik tanah untuk:
Memasukkan air lewat sistem perakaran.
Mendinamisasi siklus bahan organik.
Menaikan kegiatan biologik dalam tanah.
Langganan:
Postingan (Atom)
